TEWAS: Jenazah Ali Jarmi yang ditemukan tewas di rumahnya.
MEDAN – Ali Jarmi (53) warga Jalan Pendidikan Pasar 5 Tembung Dusun 14 Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang ditemukan tewas dengan tubuh mulai membusuk di dalam rumahnya, Sabtu (12/10).
Kanit Reskrim Polsek Medan Tembung AKP Japri Simamora yang dikonfirmasi Minggu (13/10) membenarkan adanya penemuan mayat itu. Dijaskan Japri, Sabtu sekira pukul 11.30 WIB, Piket 7.0 Reskrim menerima informasi dari masyarakat terkait ada penemuan mayat laki-laki didalam rumah Jalan Pendidikan.
“Menindaklanjuti informasi itu, saya bersama personel Reskrim langsung bergerak ke lokasi sembari berkoordinasi dengan Tim Inafis Polrestabes Medan. Sesampainya di TKP, kita mendapati tubuh korban yang sudah mengeluarkan bau busuk,” ujarnya.
Lanjut Japri, tak berapa lama Tim Inafis tiba di lokasi dan langsung melakukan identifikasi terhadap tuhuh mayat tersebut. Sementara personel Reskrim memintai keterangan saksi-saksi.
“Dari hasil identifikasi tidak ditemukan luka ataupub tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Sementara itu menurut keterangan keponakan korban, Yuyun Windasari (29) warga Jalan Datuk Kabu Pasar 3 Tembung Gang Famili Desa Tembung menjelaskan dia seperti biasanya mengunjungi rumah korban seminggu sekali,” jelasnya.
Kanit Reskrim menambahkan, saat berkunjung pada Sabtu siang ke rumah korban, saksi tersebut memanggil-manggil korban dari luar rumah, namun tidak ada jawaban. Fi saat bersamaan Yuyun mencium bau busuk dari dalam rumah korban. Lantaran curiga saksi itu memanggil warga sekitar, lalu mendobrak pintu rumah korban
“Setelah pintu didobrak, saksi dan warga mendapati korban telah tewas dengan kondisi mulai membusuk. Selanjutnya warga melaporkannya ke warga lainnya dan diteruskan ke pihak kepolisian. Saksi menjelaskan jika korban tinggal seorang diri di rumahnya. Korban juga mengidap sakit asam urat, turun perut dan asma. Pihak keluarga juga membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi terhadap korban. Lalu jenazah diserahkan ke pihak keluarga guna di semayamkan dan selanjutnya dimakamkan,” pungkasnya. (wil)